Thursday, February 4, 2016
Monday, January 25, 2016
Ujian Nasional masih menjadi momok pelajar dan pendidik
Dalam beberapa pekan kedepan, kesibukan dunia pendidikan semakin meningkat. Lembaga pendidikan mempersiapkan segala hal berkaitan dengan Ujian Nasional. Ya, Ujian Nasional. Suatu kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh negara yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan dunia pendidikan di Indonesia selama kurun waktu berjalan. Ironisnya, maksud dan tujuan pemerintah ini bertolak belakang dengan maksud dan tujuan sebagian para pendidik dan pelajar di Indonesia. Ujian Nasional menjadi momok bagi sebagian pendidik dan pelajar. Ujian Nasional dianggap mematikan, jauh lebih mematikan daripada teror yang terjadi di Indonesia. Ujian Nasional menjadikan suatu ketakutan tersendiri bagi pelajar khususnya.
Bila dikaji lebih jauh, ketakutan ini sebenarnya disebabkan karena ketidaksiapan mental para pelajar. Oleh karena itu tugas para pendidik dan orang tua lah yang harus mempersiapkan mental para pelajar. Secara teori para pelajar siap menghadapi Ujian Nasional, namun secara psikologis mereka belum siap. Ada suatu ketakutan tersendiri jika mendengar kata "Ujian Nasional". Ketidaksiapan ini bisa jadi mereka sendiri merasa kurang menyerap materi selama hampir 3 tahun mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan yang bersangkutan. Jika hal ini yang terjadi maka bisa di liat juga bagaimana proses pembelajaran berlangsung di lembaga pendidikan yang bersangkutan.
Peran orang tua juga tidak kalah penting dalam mempersiapkan mental putra-putrinya dalam menghadapi kegiatan yang bernama "Ujian Nasional". Banyaknya waktu luang yang disediakan untuk putra-putrinya sangat besar pengaruhnya. Adanya perasaan nyaman, aman dan tenang akan menciptakan keyakinan tersendiri bagi pelajar dalam menghadapi Ujian Nasional. Umumnya mereka yang meraih nilai tinggi justru tidak selalu dari mereka yang senantiasa mendapat rangking 1 atau nilai tertinggi di kelasnya.
Jadi dalam menghadapi Ujian Nasional diharapkan kerjasama antara lembaga pendidikan dengan orang tua lebih ditingkatkan. Lembaga pendidikan mempersiapkan pelajar dengan memberikan latihan soal sedangkan orang tua memberikan pendampingan berupa kenyamanan serta ketenangan bagi pelajar. Dengan demikian diharapkan pelajar memiliki keyakinan dan kepercayaan diri yang tinggi ketika menghadapi Ujian Nasional
Semoga pendidikan di Indonesia lebih maju lagi. Semangat, Tuhan memberkati.
Subscribe to:
Posts (Atom)